Selasa, 24 Januari 2012

Trilogi Peran Mahasiswa

Kaderisasi mahasiswa menjadi benih-benih pemimpin masa depan yang tangguh dapat dibina semenjak di bangku perkuliahan, baik itu dengan melatih diri untuk aktif dalam keorganisasisan intra-ekstra kampus, mengikuti training leadership, atau dengan cara yang lainnya. Mahasiswa harus mampu membangkitkan kesadaran dirinya bahwa ia-lah yang akan mengisi bagian-bagian penting dari kehidupan bangsa ini di masa akan datang.
Pembinaan diri pun perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan leadership-nya dan mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggung jawab, membangun kerjasama tim, maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni agar dapat menjadi pemimpin yang cendekiawan, berjiwa mandiri, arif, dan tangguh.
Mahasiswa sendiri setidaknya mempunyai tiga peranan utama dalam kehidupannya. Tiga peranan itu selanjutnya disebut trilogi peranan mahasiswa. Berikut penjabarannya.
  1. Peran dan fungsi da’wiyah, sebagai benteng moral. Maksud dari mahaiswa menjalani peran dan fungsi da’wiyah atau sebagai benteng moral adalah bahwa mahasiswa mempunyai kewajiban untuk melakukan perbaikan akhlak bangsa. Dalam hal ini, berarti mahasiswa sendiri dituntut untuk bermoral baik karena mahasiswalah yang dianggap sebagai pelaku sosial dengan tingkat martabat yang tinggi.
  2. Peran dan fungsi siyasiyah sebagai agent of change (agen perubahan). Bagaimana kemajuan bangsa ini sangat ditentukan oleh peran serta mahasiswa sebagai agen-agen perubahan. Sikap kritis, tingkat pengetahuan dan keingintahuan yang tinggi, jiwa kepemimpinan, rasa priori, dan rasa kecintaan terhadap tanah air yang dimiliki mahasiswa menjadi sebuah titik terang bahwa di masa datang pemimpin-pemimpin Indonesia yang tangguh akan terlahir dari para pemuda yang notabenenya adalah alumni mahasiswa yang aktif dan prestatif.
  3. Peran dan fungsi intelektual, sebagai iron stock (cadangan keras). Mahasiswa adalah kaum cendekia. Kaum terpelajar menjadi tonggak kebangkitan bangsa dimasa sebelum Indonesia merdeka. Intelektualitas tinggi yang dimiliki mahasiswa menjadikannya sebagai modal bagi bangsa ini untuk tetap exist dan dapat terus berkembang menjadi negara yang maju secara berkesinambungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar